Warga RT 004 RW 010 Perum TTI Gotong Royong Perbaiki Jalan Yudhistira 2, Wujud Kepedulian Demi Keselamatan Bersama

Kab Cirebon – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga RT 004 RW 010 RW 010 Perum TTI, Kelurahan Tukmudal, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Pada Minggu, 5 Juli 2026, sejak pukul 07.30 hingga 17.00 WIB, warga bergotong royong melaksanakan kerja bakti dengan sasaran utama pemeliharaan Jalan Yudhistira 2 yang selama ini mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi jalan lingkungan yang menjadi akses utama warga setiap hari. Jalan yang berlubang dan permukaannya mulai rusak dinilai dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, baik warga setempat maupun masyarakat dari luar lingkungan RT 004 RW 010 yang melintas.

Kerja bakti berlangsung penuh semangat. Sejak pagi hari, warga membawa peralatan kerja masing-masing, mulai dari cangkul, sekop, ember hingga alat-alat sederhana lainnya. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika seluruh warga saling membantu mengerjakan setiap tahapan perbaikan jalan tanpa mengenal lelah.

Perbaikan difokuskan pada sejumlah titik jalan yang berlubang. Lubang-lubang tersebut ditambal menggunakan adukan semen dan pasir agar permukaan jalan kembali rata dan aman dilalui kendaraan.

Selain melakukan penambalan, warga juga melaksanakan semi pengecoran pada ruas jalan sepanjang kurang lebih 20 meter. Metode yang digunakan cukup sederhana namun efektif. Sebelum proses pengerasan dilakukan, bagian dasar jalan terlebih dahulu diurug menggunakan pecahan genting sebagai pondasi agar konstruksi menjadi lebih kuat dan stabil.

Setelah itu, campuran pasir dan semen dalam kondisi kering disebarkan secara merata di atas permukaan jalan. Tahap berikutnya dilakukan penyiraman menggunakan air sehingga campuran tersebut mulai mengeras. Agar hasilnya lebih padat, warga memanfaatkan mobil Jeep 4×4 milik om Madio, salah seorang warga RT 004 RW 010, untuk melindas permukaan jalan sehingga menjadi lebih rata dan kokoh.

Pemanfaatan kendaraan Jeep 4×4 tersebut menjadi solusi yang cukup efektif sebagai pengganti alat pemadat jalan. Dengan berat kendaraan yang memadai, proses pemadatan dapat dilakukan secara maksimal sehingga hasil pekerjaan diharapkan lebih awet dan tahan terhadap beban kendaraan yang melintas setiap hari.

Warga menyadari bahwa perbaikan jalan lingkungan merupakan kebutuhan yang mendesak. Selama beberapa waktu terakhir, kondisi Jalan Yudhistira 2 memang cukup memprihatinkan. Lubang-lubang yang muncul di beberapa titik sering kali membuat pengendara harus mengurangi kecepatan secara tiba-tiba, bahkan tidak sedikit yang kehilangan keseimbangan.

Beberapa kali dilaporkan terjadi pengendara sepeda motor yang terjatuh ketika melintasi jalan tersebut, terutama saat kondisi jalan basah setelah diguyur hujan atau pada malam hari ketika pencahayaan kurang memadai. Kondisi itulah yang mendorong warga untuk tidak menunggu bantuan, melainkan mengambil inisiatif memperbaiki jalan secara swadaya melalui kerja bakti.

Salah seorang warga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kerja bakti bukan hanya menghasilkan jalan yang lebih baik, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga.

“Alhamdulillah kegiatan seperti ini sangat baik. Selain bisa bersilaturahmi dan berkumpul bersama warga, hasilnya juga sangat bermanfaat. Jalan Yudhistira 2 sekarang menjadi lebih nyaman dilewati sehingga mudah-mudahan tidak ada lagi pengendara yang terjatuh akibat jalan rusak,” ungkapnya.

Kegiatan kerja bakti ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Dengan mengandalkan kebersamaan, kepedulian, dan partisipasi warga, berbagai persoalan di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Warga RT 004 RW 010 Perum TTI lainnya juga berharap kondisi Jalan Yudhistira 2 dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pengguna jalan. Mereka juga berharap budaya gotong royong seperti ini terus dipertahankan sebagai warisan nilai luhur masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bagi lingkungan lainnya untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas umum demi kepentingan bersama. (*)