Harun Naskar, S.Sos, Kalem Penampilannya, Teguh Pendirianya

Sekilas melihat penampilannya, Harun Naskar, S.Sos, mungkin akan membuat orang beranggapan bahwa dirinya adalah seorang guru. Kacamata yang seolah enggan jauh dari wajahnya semakin memperkuat kesan tersebut.

Namun, jangan buru-buru menyimpulkan hanya dari penampilan.

Di balik sosoknya yang terlihat kalem, Harun memiliki pendirian yang cukup kuat. Ia bukan tipe orang yang mudah terbawa suasana. Ketika sudah memiliki pandangan dan keyakinan terhadap sesuatu, ia akan memegangnya dengan teguh.

Sebagai pribadi yang sudah cukup matang dalam pengalaman hidup, Harun juga dikenal dewasa dalam bersikap. Tetapi kedewasaan itu tidak membuatnya kehilangan sisi humor. Di sela-sela keseriusan, ia tetap mampu melontarkan guyonan-guyonan segar yang sering kali berhasil mencairkan suasana.

Apalagi ketika gaya bahasa khas Pantura mulai keluar.

Kadang terdengar nyeleneh, spontan, dan apa adanya. Justru dari situlah letak daya tariknya. Guyonan ala Pantura yang keluar secara natural sering menjadi bumbu tersendiri dalam setiap kebersamaan bersama rekan-rekannya. Suasana yang semula serius pun bisa berubah menjadi ceria.

Namun, di balik sosok yang humoris tersebut, Harun memiliki satu karakter yang sangat menonjol: kepedulian terhadap teman.

Ia dikenal sebagai pribadi yang siap hadir ketika kawan membutuhkan. Tidak harus menunggu diminta, kepeduliannya sering kali datang lebih dahulu. Bagi Harun, membantu dan memperhatikan teman merupakan bagian dari membangun persahabatan.

Pengalamannya pun cukup luas. Tidak hanya memahami dunia pergaulan dan organisasi, Harun memiliki pengalaman di bidang konstruksi maupun berbagai bidang lainnya. Pengalaman tersebut tentu menjadi bekal berharga dalam melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.

Semakin banyak pengalaman yang dimiliki, semakin banyak pula pelajaran yang didapatkannya.

Hal tersebut sejalan dengan filosofi hidup yang dipegangnya, yakni filosofi “ilmu padi”: semakin tua, semakin berisi.

Sebuah filosofi sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam. Semakin bertambah usia dan pengalaman, seseorang seharusnya semakin memiliki ilmu, semakin matang dalam berpikir, dan semakin rendah hati dalam bersikap.

Di balik aktivitas dan kesibukannya, keluarga tetap memiliki tempat yang istimewa bagi Harun. Ia dikenal sebagai sosok yang menyayangi keluarga dan anak-anaknya. Bagi dirinya, keluarga menjadi salah satu sumber kebahagiaan sekaligus alasan untuk terus berbuat dan berkarya.

Dalam dunia olahraga domino, Harun juga menunjukkan keseriusannya untuk terus belajar.

Pada 19–20 September 2026, Harun hadir di Kota Bandung bersama rekan-rekannya dalam kegiatan Pelatihan Wasit ORADO. Selama dua hari tersebut, ia mengikuti proses pembelajaran dan menimba ilmu perwasitan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan serta pemahamannya terhadap dunia olahraga domino.

Bagi Harun, belajar tidak mengenal batas usia.

Kacamata boleh selalu melekat di wajah, penampilan boleh terlihat seperti seorang guru, tetapi yang paling penting adalah semangat untuk terus menambah ilmu dan pengalaman.

Karena seperti filosofi yang ia pegang
“Ilmu padi, semakin tua semakin berisi.”
Harun Naskar, S.Sos — pribadi kalem dengan pendirian kuat, kaya pengalaman, peduli kepada sahabat, sayang keluarga, dan tetap mampu menghadirkan tawa melalui guyonan khas Pantura. (*)