Arnov Zakarias Balde, S.H, Kalem dalam Sikap, Tegas dalam Amanah

Arnov Zakarias Balde, S.H., atau yang lebih akrab disapa “Mas Arnov”, merupakan sosok yang dikenal memiliki pembawaan kalem dan bersahaja.

Dalam pergaulan, Arnov selalu berusaha menempatkan diri dengan baik. Kepada teman-teman yang lebih tua, ia menunjukkan rasa hormat. Sementara kepada mereka yang lebih muda, ia hadir dengan sikap menyayangi dan memberikan ruang untuk berkembang.

Baginya, kebersamaan bukan sekadar tentang siapa yang lebih dulu dikenal atau siapa yang lebih senior, tetapi bagaimana setiap orang dapat saling menghargai dan menjaga hubungan dengan baik.

Soal makanan, Arnov termasuk orang yang tidak terlalu banyak memilih. Baginya sederhana saja, selama makanan tersebut enak dan bisa dinikmati, semuanya terasa istimewa. Tidak perlu banyak tuntutan, yang penting bisa makan bersama dan menikmati suasana.

Dalam menjalani kehidupan, Arnov memegang filosofi sederhana yang sudah sangat dikenal dalam budaya masyarakat Indonesia:

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”
Filosofi tersebut menggambarkan bagaimana seseorang harus mampu menghormati lingkungan, adat, kebiasaan, serta orang-orang di tempat ia berada. Menyesuaikan diri bukan berarti kehilangan jati diri, tetapi merupakan bentuk penghargaan kepada orang lain.

Dalam dunia olahraga domino, ketertarikan Arnov semakin tumbuh. Permainan yang awalnya mungkin sekadar menjadi bagian dari aktivitas bersama teman, kini berkembang menjadi sesuatu yang ingin ia tekuni dengan lebih serius.

Keseriusan tersebut dibuktikan dengan keikutsertaannya bersama rekan-rekan dalam kegiatan Pelatihan Wasit ORADO yang berlangsung di Kota Bandung selama dua hari, 19–20 September 2026.

Bagi Arnov, pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan untuk berkumpul bersama rekan-rekan sesama pecinta domino. Lebih dari itu, Pelatihan Wasit ORADO menjadi kesempatan berharga untuk menambah ilmu, pengalaman, dan wawasan dalam dunia olahraga domino.

Arnov berpandangan bahwa menjadi seorang wasit bukan pekerjaan yang bisa dilakukan hanya bermodalkan keberanian berdiri di tengah pertandingan. Seorang wasit dituntut memahami teknis permainan, menguasai aturan, mampu mengambil keputusan, serta memiliki ketegasan ketika menjalankan tugas.

Karena itu, pelatihan menjadi bagian penting dalam perjalanan Arnov untuk semakin memahami dunia perwasitan.

Baginya, semakin banyak ilmu yang diperoleh, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijalankan dengan baik.

Dengan pembawaan yang kalem, sikap yang menghargai senior, menyayangi junior, serta kemauan untuk terus belajar, Arnov ingin menjadikan dunia olahraga domino bukan hanya sebagai tempat bermain, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun persahabatan, pengalaman, dan prestasi.

Mas Arnov mungkin tidak banyak bicara.
Namun ketika amanah sudah diberikan, ia tahu bahwa ada tanggung jawab yang harus dijalankan.

Kalem dalam sikap, santun dalam pergaulan, dan belajar untuk semakin tegas ketika menjalankan tugas sebagai wasit ORADO. (*)