Kab Cirebon – Suasana latihan di GOR Tenis Meja Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Drajat, Kompleks Perkantoran Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat sore (3/7/2026), berlangsung lebih semarak dari biasanya. Sebuah pertandingan sparing antara Pelatih Tenis Meja Kabupaten Cirebon, Abdul Rosid, melawan atlet muda andalan Kabupaten Cirebon, Dita Anggraini, menyuguhkan permainan menarik yang mengundang perhatian para atlet dan pelatih yang sedang mengikuti sesi latihan.
Meski hanya berstatus sebagai pertandingan uji tanding, duel antara pelatih dan atlet tersebut berlangsung sengit sejak set pertama. Kedua pemain sama-sama memperlihatkan kemampuan terbaiknya sehingga setiap poin berlangsung dalam tempo cepat dan penuh variasi serangan.
Dita Anggraini, yang diproyeksikan memperkuat kontingen Kabupaten Cirebon pada ajang Porprov Jawa Barat 2026, mampu membuka pertandingan dengan sangat baik. Mengandalkan servis tajam serta permainan menyerang yang agresif, Dita berhasil mengamankan set pertama dengan skor tipis 15-13 setelah terjadi saling kejar poin hingga akhir pertandingan.
Keunggulan pada set pembuka membuat Dita semakin percaya diri. Namun pengalaman dan ketenangan Abdul Rosid sebagai pelatih mulai terlihat pada set kedua. Dengan permainan yang lebih sabar serta mengandalkan teknik khas yang dikenal dengan gaya “gandul”, Abdul Rosid mampu mengimbangi bahkan mematahkan ritme permainan lawannya.
Pada set kedua, Coach Abdul Rosid berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan dengan skor 11-9. Pertarungan semakin menarik karena kedua pemain terus saling menyerang dan mempertontonkan reli-reli panjang yang mendapat apresiasi dari para penonton yang hadir di dalam GOR.
Memasuki set ketiga, pertandingan berjalan semakin ketat. Dita beberapa kali mampu menekan melalui pukulan forehand dan servis yang sulit dikembalikan. Namun Coach Abdul Rosid kembali menunjukkan pengalaman bertandingnya. Bermain lebih tenang dan efektif dalam memanfaatkan kesalahan lawan, ia kembali memenangkan set ketiga dengan skor identik 11-9.
Set keempat menjadi penentuan sekaligus menjadi set paling dramatis dalam pertandingan tersebut. Kedua pemain silih berganti memperoleh poin hingga kedudukan berlangsung imbang. Dita berusaha memaksakan pertandingan berlanjut, sedangkan Abdul Rosid tampil lebih tenang dalam poin-poin krusial. Pada akhirnya Coach Abdul Rosid memastikan kemenangan melalui skor 13-11 sekaligus menutup pertandingan dengan keunggulan 3-1.
Dalam sparing tersebut, Coach Abdul Rosid memberikan nilai awal atau “ngepur” sebanyak tiga poin kepada Dita Anggraini pada setiap set. Meskipun demikian, pertandingan tetap berlangsung kompetitif dan menjadi sarana latihan yang berkualitas bagi kedua pemain.
Selama empat set berlangsung, masing-masing pemain memperlihatkan karakter permainan yang berbeda. Coach Abdul Rosid tampil dengan gaya bermain khas yang mengandalkan variasi bola, kontrol tempo, dan pengalaman membaca arah permainan lawan. Sebaliknya, Dita Anggraini mengandalkan kecepatan, servis tajam, serta pola serangan yang agresif sehingga mampu beberapa kali merepotkan sang pelatih.
Pertandingan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut tetap menyajikan kualitas permainan yang tinggi. Para atlet yang menyaksikan dari pinggir lapangan terlihat antusias mengikuti jalannya pertandingan, bahkan beberapa kali memberikan tepuk tangan saat terjadi reli-reli panjang yang menghasilkan poin-poin spektakuler.
Di sela-sela kegiatan, Pelatih Tenis Meja Kabupaten Cirebon, Coach Sujono, menjelaskan bahwa sparing antara pelatih dan atlet merupakan salah satu metode latihan yang rutin dilakukan sebagai bagian dari proses pembinaan atlet menuju Porprov Jawa Barat 2026.
Menurutnya, pertandingan seperti ini menjadi sarana untuk mengukur kemampuan teknik, mental bertanding, konsistensi permainan, hingga kesiapan atlet dalam menghadapi lawan dengan karakter yang berbeda.
“Sparing seperti ini merupakan salah satu metode latihan untuk mengukur sejauh mana perkembangan atlet yang diproyeksikan tampil pada Porprov Jawa Barat 2026. Dari pertandingan ini kami bisa melihat kekurangan yang masih perlu diperbaiki sekaligus kelebihan yang harus terus dipertahankan,” ujar Coach Sujono.
Ia menambahkan bahwa perkembangan para atlet binaannya menunjukkan tren yang positif. Baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental bertanding, para atlet dinilai mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.
Meski masih terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan, Coach Sujono mengaku optimistis para atlet Kabupaten Cirebon mampu tampil lebih siap saat menghadapi persaingan di Porprov Jawa Barat 2026.
“Kami tetap optimistis. Anak-anak menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan selama mengikuti program latihan. Semoga dengan latihan yang berkesinambungan, mereka mampu mencapai performa terbaik saat membela Kabupaten Cirebon nanti,” katanya.
Melalui pertandingan sparing seperti ini, diharapkan para atlet semakin terbiasa menghadapi tekanan pertandingan sekaligus meningkatkan kualitas permainan. Program latihan yang terus dilakukan menjadi bagian dari komitmen tim pelatih dalam mempersiapkan atlet terbaik Kabupaten Cirebon agar mampu bersaing dan meraih prestasi pada ajang Porprov Jawa Barat 2026. (*)