Miftahudin, Semangat Belajar dan Berprestasi di Dunia Tenis Meja

Di dunia tenis meja Kabupaten Cirebon, nama Miftahudin, yang akrab disapa Mifta, menjadi salah satu sosok yang menunjukkan bahwa prestasi dapat diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar yang tinggi. Lahir di Cirebon pada 22 Mei 1987, Mifta dikenal sebagai pribadi yang ramah, religius, serta memiliki komitmen kuat terhadap keluarga dan olahraga yang digelutinya.

Meski baru mulai menekuni olahraga tenis meja pada tahun 2020, perkembangan kemampuan Mifta terbilang cukup pesat. Dalam waktu yang relatif singkat, ia mampu menunjukkan kualitas permainan yang semakin matang dan mulai diperhitungkan dalam berbagai turnamen tenis meja di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Saat ini, Mifta aktif berlatih dan berkompetisi bersama PTM GRC (Griya Caraka), salah satu klub tenis meja yang menjadi wadah bagi para pecinta olahraga tenis meja untuk mengembangkan kemampuan serta mempererat silaturahmi antar pemain.

Kecintaannya terhadap tenis meja tidak hanya sebatas hobi. Ia rutin mengikuti berbagai kejuaraan yang digelar di Kabupaten Cirebon maupun wilayah Ciayumajakuning. Beberapa turnamen yang pernah diikutinya antara lain Bongwin Cup se-Wilayah III Cirebon dan undangan, Joko Cup Mandiri, Kejuaraan Ganda Antar PTM se-Kabupaten Cirebon, serta Indogriya Cup I se-Wilayah III Cirebon dan undangan yang berlangsung di Klangenan, Kabupaten Cirebon.

Dari sejumlah kejuaraan tersebut, Mifta berhasil menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan. Ia pernah meraih Juara 2 Bongwin Cup kategori tunggal, kemudian mencapai 8 besar Joko Cup kategori ganda, meraih Juara 2 Kejuaraan Ganda Antar PTM se-Kabupaten Cirebon, dan yang terbaru berhasil menjadi Juara 1 Indogriya Cup I se-Wilayah III Cirebon dan undangan yang digelar pada Minggu, 14 Juni 2026.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan dan kemauan untuk terus belajar dapat membawa seseorang menuju hasil yang membanggakan. Bagi Mifta, setiap pertandingan bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk menambah pengalaman, memperluas pergaulan, dan meningkatkan kemampuan bermain.

Di luar tenis meja, Mifta juga menyukai olahraga futsal yang menjadi salah satu aktivitas favoritnya untuk menjaga kebugaran tubuh. Semangat berolahraga membuatnya selalu berusaha menjaga kondisi fisik agar tetap sehat dan prima.

Dalam urusan kuliner, empal gentong menjadi makanan favoritnya. Sementara untuk buah-buahan, durian merupakan pilihan yang paling disukai. Kesederhanaan dalam keseharian membuatnya dapat menikmati berbagai hal dengan penuh rasa syukur.

Sebagai pribadi yang religius, Mifta dikenal rajin menjalankan ibadah dan berusaha menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga dikenal sebagai sosok yang soleh, bertanggung jawab, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarga.

Keluarga menjadi sumber semangat terbesar dalam hidupnya. Mifta hidup bersama sang istri, Fatma Desi Lasari, serta dua buah hati yang sangat dicintainya, yaitu Muhammad Arfan Fawwaz Alfarizi dan Qiana Naifa Haneen. Bagi dirinya, keberhasilan dan kebahagiaan keluarga merupakan motivasi utama dalam bekerja maupun berolahraga.

Dalam menjalani kehidupan, Mifta memiliki filosofi yang selalu dipegang teguh, yaitu: “Kita tidak bisa memilih arah angin, tetapi kita bisa menyesuaikan layar kita.” Filosofi tersebut menggambarkan keyakinannya bahwa setiap orang mungkin tidak dapat mengendalikan semua keadaan yang terjadi dalam hidup, tetapi selalu memiliki pilihan untuk beradaptasi dan mencari jalan terbaik menuju tujuan yang diinginkan.

Sementara itu, cita-cita yang terus diperjuangkannya adalah menjadi pengusaha yang sukses. Dengan semangat pantang menyerah, kerja keras, dan dukungan keluarga, ia terus berupaya mewujudkan impian tersebut sambil tetap aktif mengembangkan prestasi di dunia olahraga.

Perjalanan Miftahudin di dunia tenis meja membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk memulai sesuatu yang baru. Dengan kesungguhan, disiplin, dan kemauan belajar, ia mampu berkembang dan meraih prestasi dalam waktu yang relatif singkat.

Miftahudin dalam kegiatan hiling hiling

Sebagai atlet tenis meja yang terus berkembang, Mifta menjadi contoh bahwa olahraga bukan hanya sarana untuk berkompetisi, tetapi juga media untuk membangun karakter, memperluas persahabatan, serta menumbuhkan semangat untuk terus maju dalam kehidupan. (*)