Tidak Hanya Menyimak, Peserta TOR Wasit ORADO Cirebon Wajib Menulis dan Terus Belajar

BANDUNG — Tidak hanya menyimak materi, para peserta Training of Referee (TOR) Pengprov ORADO Jawa Barat juga dituntut aktif mencatat berbagai materi yang disampaikan. Kebiasaan menulis dan mencatat dinilai menjadi salah satu cara penting untuk memperkuat pemahaman serta menambah pengetahuan para calon perangkat pertandingan olahraga domino.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Training of Referee Pengprov ORADO Jawa Barat yang berlangsung di Aula Gedung Rektorat Kampus B Universitas Pasundan (Unpas), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Minggu, 20 September 2026.

Materi yang diberikan kepada para peserta mendapat perhatian serius. Selain menyimak penjelasan dari Tim Wasit, peserta juga aktif mencatat poin-poin penting selama proses pembekalan berlangsung.

Pantauan media ini di lokasi kegiatan, lima peserta dari Pengcab ORADO Kabupaten Cirebon tampak aktif mengikuti seluruh rangkaian TOR. Mereka adalah Graha Himalaya, Harun Naskar, S.Sos., Arnov Z Balde, SH, Tedy Maulana, dan Topik Hidayat.

Bagi para peserta, kegiatan TOR bukan sekadar mengikuti pembekalan, tetapi menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman mengenai tugas serta tanggung jawab seorang wasit ORADO.

Graha Himalaya selaku Ketua Bidang Wasit Pengcab ORADO Kabupaten Cirebon mengatakan, seorang wasit harus terus belajar dan memperkaya pengetahuan agar mampu menjalankan tugas secara profesional.

“Kita harus belajar untuk menjadi seorang wasit ORADO yang profesional. Apalagi materinya cukup sedikit menggigit. Harapannya, kita sebagai peserta dapat menambah ilmu yang selama ini tidak kita dapatkan,” ujar Graha Himalaya.

Menurutnya, menjadi wasit tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman bermain atau pengetahuan yang sudah dimiliki. Seorang wasit harus memahami aturan, memiliki ketelitian, mampu mengambil keputusan dan terus mengikuti perkembangan regulasi pertandingan.

“Tidak hanya menyimak, tetapi wajib menulis. Dengan menulis dan mencatat materi yang diberikan, kita bisa lebih mudah mengingat dan mempelajarinya kembali. Semakin banyak belajar, tentunya semakin banyak ilmu yang kita dapatkan,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Harun Naskar, S.Sos., salah seorang peserta TOR Wasit dari Pengcab ORADO Kabupaten Cirebon.

Harun mengaku mendapatkan pengalaman dan materi yang sangat menarik selama mengikuti kegiatan Training of Referee tersebut.

“Wow, ini amazing, luar biasa,” ujar Harun Naskar, S.Sos., penuh antusias.

Menurut Harun, materi yang diberikan dalam kegiatan TOR membuka wawasan baru bagi peserta, khususnya mengenai bagaimana seorang wasit harus memahami pertandingan secara lebih menyeluruh.

Semangat belajar tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan perangkat pertandingan yang memiliki pemahaman aturan dan kemampuan menjalankan tugas secara baik.

Keikutsertaan lima wasit Pengcab ORADO Kabupaten Cirebon dalam Training of Referee Pengprov ORADO Jawa Barat di Bandung diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas perwasitan di Kabupaten Cirebon.

Dengan semangat belajar, mencatat, berdiskusi dan terus memperdalam aturan pertandingan, para wasit diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, objektif dan bertanggung jawab.

Sukses untuk para wasit ORADO Kabupaten Cirebon. Terus belajar, terus mencatat, terus berproses, karena seorang wasit profesional tidak pernah berhenti menambah ilmu. (*)