Ada orang yang bekerja ketika kondisi memungkinkan. Namun ada pula yang tetap bergerak ketika keadaan tidak selalu mendukung.
Teddy Budiharto termasuk sosok yang memiliki semangat tersebut.
Pria yang akrab disapa Kang Teddy ini dikenal memiliki semangat tinggi dalam mengolah dan mengembangkan organisasi. Baginya, selama organisasi harus berjalan, selalu ada hal yang harus dikerjakan.
Semangatnya bahkan kerap digambarkan seperti semangat ’45. Kondisi badan bukan menjadi alasan untuk berhenti bergerak. Selama masih mampu berbuat sesuatu untuk organisasi, Kang Teddy terus mengambil bagian.
Dalam embrio kepengurusan Pengcab Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kabupaten Cirebon, Teddy Budiharto dipercaya menempati posisi sebagai Sekretaris.
Kepercayaan tersebut tentu bukan sekadar sebuah jabatan. Posisi sekretaris membutuhkan ketelitian, komunikasi, koordinasi dan kesediaan untuk terlibat dalam berbagai urusan organisasi.
Kang Teddy pun menjalankannya dengan karakter yang menjadi bagian dari dirinya: aktif, peduli dan penuh semangat.
Salah satu karakter yang cukup menonjol dari Teddy Budiharto adalah rasa solidaritasnya terhadap teman dan sahabat.
Kepeduliannya terhadap orang-orang di sekitarnya cukup tinggi. Ia dikenal memiliki sifat penyayang dan tidak segan memberikan perhatian ketika melihat teman atau sahabat membutuhkan dukungan.
Bagi Kang Teddy, organisasi bukan hanya tentang struktur kepengurusan. Ada hubungan persahabatan, kebersamaan dan rasa saling mendukung yang harus terus dijaga.
Karena itu, keberadaan teman dan sahabat menjadi bagian penting dalam perjalanan dirinya di organisasi.
Di balik aktivitasnya dalam organisasi, Teddy Budiharto tetap menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam kehidupannya.
Ia dikenal sebagai sosok yang menyayangi keluarga. Kesibukan dalam organisasi tidak membuatnya melupakan kehidupan keluarga yang menjadi tempat kembali setelah menjalani berbagai aktivitas.
Dalam kehidupan sehari-hari, Kang Teddy juga dikenal rajin beribadah.
Salah satu kebiasaannya adalah menjalankan puasa Senin-Kamis. Bagi dirinya, aktivitas organisasi dan kehidupan sehari-hari tetap harus berjalan seiring dengan nilai-nilai keagamaan.
Ada sebuah filosofi sederhana yang dianut Teddy Budiharto dalam menjalani kebersamaan, khususnya dalam organisasi.
“Sukses bareng-bareng, senang bareng-bareng.”
Kalimat sederhana tersebut menggambarkan cara pandangnya mengenai kebersamaan.
Baginya, keberhasilan tidak harus dinikmati sendiri. Ketika organisasi berhasil, keberhasilan tersebut menjadi milik bersama. Begitu pula ketika menghadapi tantangan, beban tidak harus dipikul seorang diri.
Semangat kebersamaan itulah yang terus dibawa Kang Teddy dalam perjalanan bersama ORADO Kabupaten Cirebon. (*)