Kab Cirebon – Istilah ngabuburit tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, khususnya saat bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini identik dengan mengisi waktu menjelang berbuka puasa, baik dengan berjalan-jalan santai, berkumpul bersama teman, maupun mencari aktivitas yang menyenangkan di luar rumah.
Namun, ada cara unik yang dilakukan oleh Sujono, seorang pelatih Tim Tenis Meja Kabupaten Cirebon. Ia memilih menghabiskan waktu ngabuburit dengan memancing ikan bandeng di empang kawasan Klayan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis (19/3/2026).
Di tengah suasana sore yang mulai teduh, Sujono tampak asyik menunggu kailnya disambar ikan. Baginya, memancing bukan sekadar hobi, tetapi juga menjadi sarana untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
“Manfaat memancing itu banyak. Selain melatih kesabaran, juga membuat pikiran lebih tenang. Kita jadi bisa menikmati suasana alam sambil menunggu waktu berbuka,” ujar Sujono.
Menurutnya, memancing ikan juga menghadirkan sensasi tersendiri, terutama saat umpan mulai disambar ikan. Tarikan yang tiba-tiba membuat adrenalin meningkat, sekaligus memberikan kepuasan tersendiri ketika berhasil mendapatkan ikan.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi cara efektif untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan mental. Sebagai seorang pelatih olahraga, Sujono memahami pentingnya menjaga kebugaran sekaligus ketenangan pikiran.
Selain dikenal aktif di dunia olahraga tenis meja, Sujono juga memiliki hobi lain yang cukup menantang, yaitu naik gunung. Namun di bulan Ramadhan, ia lebih memilih aktivitas yang tidak terlalu menguras tenaga, seperti memancing.
“Kalau naik gunung butuh tenaga ekstra, jadi saat puasa saya pilih yang lebih santai tapi tetap menyenangkan, salah satunya memancing,” tambahnya.
Kegiatan ngabuburit dengan memancing ini pun menjadi alternatif positif bagi masyarakat. Selain menghindari aktivitas yang kurang bermanfaat, juga bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai, bahkan bisa dinikmati saat berbuka puasa.
Dengan suasana empang yang tenang dan angin sore yang sejuk, ngabuburit ala Sujono menjadi gambaran sederhana namun penuh makna tentang bagaimana mengisi waktu Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat, menenangkan, sekaligus menyenangkan. (*)