Achmad Radianto, atau yang lebih akrab disapa PP, merupakan salah seorang atlet tenis meja Kabupaten Cirebon yang cukup senior dan telah lama malang melintang di dunia olahraga pingpong.
Namanya cukup dikenal luas di kalangan penggiat tenis meja, khususnya di wilayah III Cirebon. Kiprahnya di atas meja pertandingan tidak hanya terlihat dalam berbagai kompetisi yang digelar di Kabupaten dan Kota Cirebon maupun daerah-daerah lain di wilayah III Cirebon, tetapi juga sampai ke berbagai turnamen di Jawa Tengah.
Bagi Achmad Radianto, mengikuti turnamen bukan semata-mata tentang mengejar kemenangan. Baginya, kalah dan menang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang atlet. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana setiap pertandingan dijalani dengan semangat, disiplin, rasa hormat kepada lawan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
Semangat itulah yang terus dibawa PP dalam setiap kesempatan bertanding. Dengan pengalaman yang dimilikinya, ia tidak hanya menjadikan pertandingan sebagai ajang untuk mengukur kemampuan, tetapi juga sebagai sarana untuk bersilaturahmi dan memperluas pergaulan dengan sesama penggiat tenis meja dari berbagai daerah.
Pada Minggu, 6 September 2026, Achmad Radianto kembali turun dalam sebuah turnamen tenis meja di Kota Bahari Tegal. Turnamen tersebut dipusatkan di Gelanggang Olahraga Wisanggeni, Tegal, dalam ajang Piala Taruna Jati 2026.
Turnamen ini diikuti oleh para atlet tenis meja dari berbagai daerah. Kehadiran para pemain dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam membuat persaingan berlangsung cukup menarik dan kompetitif.
Menjelang petang, Achmad Radianto mendapat kesempatan untuk berhadapan dengan Deny Kidal, salah seorang atlet tenis meja asal Jakarta. Pertandingan tersebut menjadi salah satu tontonan menarik bagi para penonton yang memadati arena pertandingan.
Meski akhirnya Achmad Radianto harus mengakui keunggulan Deny Kidal setelah kalah dalam tiga set, jalannya pertandingan tetap berlangsung menarik. Permainan keduanya mampu menyedot perhatian penonton dan disaksikan oleh ratusan pasang mata yang berada di sekitar arena Gelanggang Olahraga Wisanggeni.
Kekalahan dalam pertandingan tersebut tidak mengurangi semangat PP untuk terus bermain tenis meja. Justru dari setiap pertandingan, baik kemenangan maupun kekalahan, selalu ada pengalaman yang dapat dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran.
Bagi sosok seperti Achmad Radianto, perjalanan sebagai atlet tenis meja bukan hanya tentang berapa banyak pertandingan yang dimenangkan. Lebih dari itu, ada nilai persahabatan, persaudaraan, pengalaman, serta sportivitas yang terus dibangun melalui setiap turnamen.
Dari Kabupaten Cirebon hingga berbagai daerah di Jawa Tengah, PP terus menjaga eksistensinya di tengah komunitas tenis meja. Ia menjadi gambaran bahwa kecintaan terhadap olahraga dapat terus tumbuh seiring bertambahnya usia dan pengalaman.
Kalah menang adalah hal biasa. Namun tetap bermain dengan penuh semangat, menghormati lawan dan menjunjung tinggi sportivitas adalah nilai yang selalu dibawa Achmad Radianto dalam setiap pertandingan.
Karena bagi PP, setiap bola yang dipukul di atas meja bukan sekadar bagian dari sebuah pertandingan, tetapi juga bagian dari perjalanan panjang persahabatan dan kecintaan terhadap olahraga tenis meja. (*)