H Komarudhi SH, Pengacara Santun yang Elegan dan Berjiwa Sosial

Kalau bicara soal sosok yang santun dan elegan, H Komarudhi SH adalah salah satu nama yang langsung terlintas. Cara bicaranya sopan, tidak terlalu banyak kata, tapi setiap kali memberi saran atau pendapat selalu mengena dan berbobot. Dari situ kita bisa merasakan kedalaman pikirannya. Tidak banyak bicara memang gayanya, tapi ketika bicara semua orang mendengarkan.

Penampilannya khas, seperti seniman lukis. Ciri paling melekat adalah topi khas semi cowboy yang selalu ia kenakan. Topi itu jadi identitasnya dan menambah kesan elegan yang natural, bukan dibuat-buat. Ditambah kebiasaannya yang selalu rapi dalam berpenampilan, membuat wibawa beliau terasa kuat meski tanpa banyak kata. Rapi dari luar, rapi juga dari dalam, karena beliau dikenal rajin beribadah dan menjaga kedisiplinan diri.

Sebagai pengacara, nama H Komarudhi SH cukup dikenal di Cirebon. Banyak kasus ia tangani dengan tenang dan bijak. Tapi di luar ruang sidang, beliau sosok yang enak diajak ngobrol. Santai, terbuka, dan punya banyak teman dari berbagai kalangan. Jiwa sosialnya besar. Itu terlihat dari keaktifannya sebagai Bendahara Cabang Olahraga GABSI Gabungan Bridge Seluruh Indonesia Kabupaten Cirebon masa bakti 2025 sampai 2029. Di organisasi olahraga yang menuntut strategi dan kejujuran itu, beliau menempatkan diri sebagai pengurus yang teliti, amanah, dan peduli pada kemajuan atlet bridge Cirebon.

Keluarga tetap jadi prioritas utama. Beliau sosok yang sayang keluarga dan selalu berusaha menjaga keseimbangan antara tugas, organisasi, dan waktu di rumah. Untuk menjaga kebugaran, olahraga sepeda jadi pilihan rutinnya. Mengayuh sepeda bukan cuma menjaga kesehatan, tapi juga cara beliau menyegarkan pikiran setelah seharian berpikir.

Soal selera, H Komarudhi SH punya dua favorit yang cukup khas Cirebon. Makanan kesukaannya empal gentong, kuliner berkuah gurih yang pas dengan karakternya yang hangat. Untuk minuman, kopi hitam jadi teman setianya. Secangkir kopi hitam sambil ngobrol santai sudah cukup membuatnya nyaman.

Filosofi hidup yang beliau pegang sederhana tapi dalam: banyak batur banyak sedulur. Artinya, semakin banyak teman berarti semakin banyak saudara. Filosofi itu ia jalani nyata. Dari ruang sidang, meja bendahara GABSI, sampai warung kopi, beliau selalu menebar kebaikan dan menjalin silaturahmi.

Bagi saya, H Komarudhi SH adalah contoh tokoh yang memadukan kecerdasan, etika, dan ketulusan. Santun dalam sikap, elegan dalam penampilan, dan luas dalam pergaulan. Dari beliau saya belajar bahwa wibawa seseorang tidak diukur dari banyaknya kata, tapi dari ketepatan kata, kerapian sikap, dan besarnya kepedulian pada sesama. (*)