H Ade Mashadi, Kepala KUA yang Santun, Cerdas, dan Sederhana

Di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, nama H Ade Mashadi cukup dikenal. Beliau bertugas sebagai Kepala KUA dengan wibawa yang tenang dan tutur kata yang ramah. Begitu bertemu, orang langsung merasakan aura santun dan sopan dari cara beliau berbicara. Tidak ada nada menggurui, semua disampaikan dengan bahasa yang mudah dicerna. Karena itulah banyak warga, penghulu, bahkan rekan kerja merasa enak untuk diajak diskusi. Masalah rumah tangga, administrasi nikah, sampai urusan sosial kemasyarakatan, beliau tanggapi dengan pikiran yang pintar dan cerdas.

Penampilan H Ade Mashadi selalu rapi. Berpakaian bersih dan tertata jadi kebiasaannya sehari-hari. Katanya, rapi dalam berpakaian adalah bentuk menghargai diri sendiri dan orang lain. Kebiasaan itu selaras dengan kecintaannya pada kebersihan. Entah di kantor KUA atau di rumah, suasana bersih selalu ia jaga. Dari hal kecil inilah wibawa beliau terbentuk, bukan dari suara keras, tapi dari keteladanan yang konsisten.

Di sela kesibukan melayani masyarakat, H Ade Mashadi menyempatkan olahraga sepedaan atau gowes. Baginya gowes bukan sekadar menjaga kebugaran, tapi juga cara menenangkan pikiran setelah seharian mengurus urusan umat. Kayuhan sepeda pagi hari jadi waktu beliau merenung dan menyiapkan energi untuk bekerja.

Soal makanan, beliau orangnya sederhana. Sayur lodeh jadi menu favorit karena rasanya yang pas dan mengingatkan pada masakan rumah. Untuk buah, pisang ambon yang jadi pilihan. Praktis, manis, dan cepat mengembalikan tenaga. Kesederhanaan itu juga terlihat dari cara beliau hidup. Tidak berlebihan, tidak banyak tuntutan, yang penting cukup dan berkah.

Keluarga adalah pusat perhatian H Ade Mashadi. Beliau sosok yang sayang keluarga dan selalu berusaha hadir untuk istri dan anak-anak. Filosofi hidup yang beliau pegang kuat adalah sukses dunia dan sukses akhirat. Dua-duanya harus seimbang. Karena itu, di tengah padatnya tugas, beliau tidak pernah meninggalkan salat lima waktu. Kedisiplinan ibadah itu yang menjadi kompas beliau dalam mengambil keputusan dan melayani masyarakat.

Sifat suka membantu juga menonjol pada diri beliau. Warga yang datang dengan urusan rumit di KUA tidak pernah ditelantarkan. Dengan sabar beliau arahkan, jelaskan, dan bantu sampai urusannya selesai. Membantu, bagi beliau, adalah bagian dari ibadah dan cara menjaga keberkahan tugas.

Bagi saya, H Ade Mashadi adalah potret pejabat agama yang membumi. Santun tapi berwibawa, cerdas tapi rendah hati, sederhana tapi memberi dampak besar. Dari beliau saya belajar bahwa wibawa tidak datang dari jabatan, tapi dari sikap yang rapi, kata yang lembut, dan hati yang mau menolong. Itulah yang membuat orang percaya dan nyaman berdiskusi dengannya.

H Ade Mashadi, Kepala KUA yang Santun, Cerdas, dan Sederhana

Dari H Ade Mashadi kita diingatkan lagi, kunci sukses yang sesungguhnya adalah menjaga hubungan baik dengan Allah dan manusia. Kalau dua itu beres, dunia lancar, akhirat pun terjaga. (*)