Kab Cirebon – H Imam Syafi’i, seorang pria yang lahir di Kabupaten Bangkalan, Madura, pada 17 Agustus 1964, telah membuktikan bahwa dirinya adalah seorang atlet yang berbakat dan berprestasi di berbagai bidang olahraga. Dari Pencak Silat hingga Bola Voli, dan kini Tenis Meja, Imam Syafi’i telah menunjukkan kemampuan dan dedikasinya dalam olahraga.
Imam Syafi’i memulai karir olahraganya sebagai pemain Bola Voli saat kuliah di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Dengan posisi midle bloker dan opsiter, namanya cukup dikenal luas di Yogyakarta. Ia bahkan tercatat sebagai salah satu pemain terbaik Jawa Timur dan timnya menjadi juara 3 midle bloker pada tahun 1990-1994.
Namun, sebelum menjadi pemain Bola Voli, Imam Syafi’i juga pernah menjadi atlet Pencak Silat. Ia bahkan menjadi Juara 1 Pencak Silat Piala Bupati Sampang dan Bangkalan pada tahun 1985, dan Juara 2 Pencak Silat 1987 piala Gubenur Jawa Timur.
Setelah meninggalkan Bola Voli, Imam Syafi’i kini bergelut dengan Tenis Meja. Ia tercatat sebagai Koordinator Bidang Organisasi dan Lembaga Pengcab PTMSI Kab Cirebon periode 2025 s/d 2029, dan memimpin Klub PTM Bratakelana yang melatih bibit-bibit usia dini Tenis Meja Kab Cirebon.
Imam Syafi’i memiliki filosofi hidup yang sangat positif, yaitu harus sehat jasmani dan rohani, harus positif tingking, dan jangan berprasangka buruk. “Saya ingin awet muda dan terus berprestasi dalam olahraga,” ujarnya.

Dengan pengalaman dan prestasinya, Imam Syafi’i membuktikan bahwa usia tidak menjadi batasan untuk terus berolahraga dan berprestasi. Ia menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang ingin memulai karir olahraga atau ingin terus berprestasi di usia yang tidak muda lagi. (*)